Kamis, 20 Desember 2018

Inilah Cara Perawatan Aki Motor Yamaha Supaya Bebas Soak

Aki merupakan salah satu komponen yang ada pada motor dan memiliki peranan penting dalam penggunaannya. Selain menjadi kunci utama agar starter elektrik  motor Anda dapat dinyalakan, aki juga memiliki fungsi untuk menyalakan komponen kelistrikan lainnya yang ada pada motor seperti head lamp, lampu sign, dan lampu indikator lainnya. Oleh karena itu, aki perlu dirawat sehingga tidak mudah soak ketika di gunakan. Bayangkan jika tiba-tiba aki motor Anda soak, hal tersebut akan membuat anda mengalami kesulitan dalam berkendara. Hal itu karena lampu utama atau lampu sign pada motor Anda tidak berfungsi secara normal. Tentunya hal tersebut juga bisa sangat membahayakan bagi anda.


Berikut merupakan beberapa tips yang bisa anda lakukan sehingga aki motor anda tidak mudah soak selama digunakan.
Perhatikan Penggunaan Aksesoris
Usahakan untuk tidak memasang aksesoris secara berlebihan pada motor, terutama yang membutuhkan energi listrik. Contohnya, seperti anda menambah lampu-lampu lain sebagai hiasan, perangkat audio rakitan, atau mengubah jenis klakson motor sehingga melebihi batas yang dianjurkan. Hal-hal sederhana seperti itu malah bisa membuat aki menjadi cepat soak dan berumur pendek.

Jangan Nyalakan Starter Elektrik Secara Paksa Jika Motor Susah Dinyalakan
Akan lebih baik jika anda menggunakan starter manual jika ternyata starter elektrik anda sulit digunakan. Starter elektrik yang menggunakan aki sebagai sumber dayanya memang dirancang untuk mempermudah proses menyalakan motor. Hal ini juga dapat digunakan pada keadaan darurat seperti ketika motor mati mendadak di jalan raya.

Nyalakan Motor paling tidak 15 Menit Setiap Hari
Pada bagian dalam aki terdapat 2 buah plat yang memiliki kutub negatif dan positif dengan bahan dasar kalsium timbal. Dengan bantuan kiprok yang dapat menyuplai arus listrik ke aki, plat ini nantinya bereaksi dengan cairan asam sulfat dan menghantarkan energi listrik menuju komponen-komponen kelistrikan lainnya. Seiring berjalannya waktu, sel-sel yang ada dalam aki akan menjadi kering. Untuk mencegahnya, Anda bisa menyalakan motor Anda minimal 15 menit setiap harinya. Akan lebih baik jika anda menggunakan starter manual untuk menyalakan motor dan jangan pernah memaksakan penggunaan starter elektrik jika motor Anda susah dinyalakan.

Ketika Mematikan Motor, Usahakan Agar Komponen Kelistrikan Sudah Dalam Kondisi Mati
Mematikan komponen kelistrikan bertujuan agar saat motor akan dinyalakan kembali, konsumsi aki yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Jika nantinya terdapat penggunaan komponen kelistrikan motor secara bersama-sama ketika motor dinyalakan, maka hal tersebut bisa mengganggu kestabilan tegangan listrik pada motor Anda.

Periksa Ketinggian Cairan di Dalam Aki
Usahakan ketinggian cairan pada aki motor anda tidak melebihi batas atas dan bawah yang sudah tertera. Jika cairan sudah mendekati batas bawah, segera tambahkan cairan H2O ke dalam aki hingga cairan hampir menyentuh batas atas. Meskipun cairan yang ada di dalam aki berupa asam sulfat (H2SO4), namun anda bisa gunakan H2O (air suling) untuk pengisian ulang aki demi menjaga derajat keasaman (pH) cairan dalam aki.

Aki motor adalah satu hal penting yang harus dijaga dan dirawat sehingga bisa menjaga performa motor anda tetap dalam kondisi yang baik. Aki sendirinya secara umum dibagi menjadi 2 yaitu aki kering dan aki basah. Jika anda menggunakan aki basah maka anda harus melakukan perawatan secara berkala. Berbeda jika anda menggunakan aki kering maka anda tidak perlu terlalu memikirkan perawatannya. Meski begitu, aki mana pun yang menjadi pilihan anda, tatap harus dirawat dan dijaga sehingga tidak sampai soak karena hal tersebut bisa mengurangi kinerja motor.