Kamis, 21 Januari 2021

3 Jenis Sistem Kirim Barang Dari Singapore Ke Indonesia Yang Wajib Diketahui

Tahukah Anda bahwa proses impor lintas negara di Indonesia ternyata memiliki sistem yang cukup rumit? Salah satu yang menjadi pemain utama dalam proses pengiriman tersebut adalah bea dan cukai, yang mana bisa mempengaruhi sistem kirim barang. Sama halnya dengan kirim barang dari singapore ke indonesia, yang umumnya terbagi menjadi tiga jenis. Berikut ulasannya. 

 

Sistem Impor Dengan Pembayaran Bea Cukai Mandiri
Seperti namanya, sistem impor yang satu ini akan melepas pihak importir dari jerat urusan bea dan cukai. Perlu Anda ketahui bahwa regulasi bea dan cukai mencakup pemeriksaan barang hingga pembayaran pajak terkait. Cukup banyak yang mengenal bahwa proses bea dan cukai ini kerap memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. 


Dengan sistem ini, maka semua pertanggung jawaban akan bea cukai akan berada di tangan konsumen. Seluruh prosedur bea cukai harus diurus secara langsung oleh importir, terutama untuk beberapa bagian yang memang memerlukan konsumen untuk hadir. Hal ini akan menjadi penentu apakah barang yang diimpor dapat diambil atau diterima. 


Sebelumnya, perlu dipahami jika pengambilan barang pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Sebelum proses bea cukai, sistem kirim barang dari singapore ke Indonesia harus dilacak dan disediakan oleh pihak importir terlebih dahulu. Setelah itu, proses pemeriksaan pihak bea cukai harus diselesaikan hingga akhirnya barang akan sampai di tangan konsumen. 


Impor Barang Dengan Biaya Cukai Terpisah
Untuk sistem kedua, biaya dan sistem yang tersedia akan diberikan secara terpisah. Dalam artian tertentu, sistem ini menggaris bawahi kemungkinan adanya biaya tambahan berkaitan dengan seluruh kebutuhan bea dan cukai. Hal ini dikarenakan pihak importir akan mengurus semua urusan bea cukai, termasuk dengan pajak hingga penantian proses pemeriksaan.


Setelah proses bea dan cukai diselesaikan, jasa importir akan mengirimkan item langsung kepada konsumen. Yang menjadi point wajib untuk diperhatikan adalah totalan biaya yang terpecah pecah. Ada biaya bea dan cukai, biaya impor atau kirim dari luar negeri, uang untuk pajak masuk, biaya administrasi, dan juga biaya untuk ekspedisi lokal. 


Secara gamblang, sistem kirim barang dari singapore ke Indonesia yang satu ini bisa memiliki nilai positif dan negatif tersendiri. Dalam hitungan biaya, memang dirasa akan semakin tinggi. Namun, konsumen akan terbebas dari proses bea cukai yang rumit. Sistem ini juga menawarkan detail tarif yang lebih baik ketimbang dari sistem paket sekaligus. 


Pembayaran Cukai Dan Biaya Paket Sekaligus
Sempat dibahas di point sebelumnya, bahwa paket sekaligus juga merupakan sistem impor yang banyak ditemukan di Indonesia. Untuk sistem yang satu ini, konsumen akan ditarik biaya keseluruhan dan sekaligus. Secara umum, ide dari sistem ini sebelas dua belas dengan point biaya cukai terpisah. Pasalnya, pihak importir akan menanggung urusan bea dan cukai. 


Yang membedakan adalah detail biaya yang terlampir. Sistem ini akan menyertakan seluruh biaya untuk bea cukai, proses kirim, hingga pajak masuk dalam satu tagihan. Hal ini akan sangat memudahkan proses kirim barang dari singapore ke Indonesia. Yang mana importir hanya perlu mengurus pembayaran akhir, tanpa harus ambil pusing akan detail biaya dan cukai yang dibebankan. 


Perbedaan proses pembayaran bea dan cukai tersebut, hendaknya mempengaruhi hampir keseluruhan biaya dan proses pengiriman. Pembayaran mandiri akan melepas jasa importir dari jerat cukai. Namun berbeda dengan sistem biaya terpisah dan paket sekaligus, yang mana seluruh urusan cukai akan ditangani oleh pihak importir. Sedangkan, konsumen harus membayar biaya tambahan.