Minggu, 23 Mei 2021

Radang Otak: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Faktor Resiko Menurut SehatQ.com

Radang otak termasuk kondisi yang jarang terjadi, tapi memiliki resiko yang serius, bahkan dapat menjadi ancaman nyawa. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia. Mengenal dengan baik apa itu dangan radang otak dan apa saja gejalanya dapat meminimalisir kondisi yang lebih parah karena tidak segera mendapatkan penanganan.

 

Mengenal Lebih Dekat Peradangan Otak
1. Pengertian
Peradangan otak merupakan suatu kondisi ketika otak mengalami peradangan atau inflamasi yang dalam dunia medis disebut juga dengan ensefalitis. Kondisi ini hanya dapat ditangani oleh dokter saraf dengan metode diagnosis berupa pemeriksaan fisik, MRI, dan CT Scan.


Jika anda terdiagnosis mengalami peradangan otak, maka perawatan kondisi ini dapat dilakukan melalui konsumsi obat-obatan dan terapi lanjutan. Beberapa jenis obat yang biasanya digunakan untuk mengobati kondisi ini adalah obat anti kejang untuk mencegah atau mengobati kejang, seperti fenitoin.


Kemudian, ada obat anti peradangan yang berfungsi untuk mengurangi pembengkakan tekanan dalam kepala, seperti kortikosteroid. Selanjutnya, ada obat penurun demam untuk mengatasi demam dan sakit kepala, seperti ibuprofen dan paracetamol. Terakhir, ada antivirus seperti asiklovir, foskarnet, dan gansiklovir.


2. Gejala
Kondisi ini memiliki gejala awal yang mirip dengan sakit flu biasa, sehingga sulit untuk membedakan flu dengan gejala peradangan otak. Jika gejala yang muncul tidak segera ditangani, maka akan semakin parah tergantung dengan usia penderita dan tingkat keparahan. Gejala yang paling umum adalah demam, sakit kepala, muntah-muntah, kaku pada leher, dan cepat lelah.


Sementara itu, gejala yang akan muncul pada bayi dan anak-anak adalah ubun-ubun yang terlihat besar dan membonjol, badan kaku, menangis terus-menerus, nafsu makan menurun, dan sering muntah. Jika kondisinya sudah parah, maka anda bisa mengalami halusinasi, kejang, gelisah, demam tinggi, mudah mengantuk, hingga tidak sadarkan diri atau koma.


3. Penyebab
Penyakit ini dapat disebabkan oleh banyak hal dan infeksi virus menjadi penyebab utamanya. Virus yang dapat menjadi penyebab peradangan otak pun bermacam-macam. Ada virus herpes simpleks tipe 1 dan 2, virus Epstein-Barr dan varicella zoster yang menyebabkan cacar api dan cacar air, serta virus polio dan coxsackie yang menyebabkan flu, dan masih banyak lagi.


Selain disebabkan oleh infeksi virus, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi jamur, dan penularan melalui binatang. Kasus peradangan otak yang disebabkan oleh infeksi jamur dan bakteri jarang terjadi. Untuk penularan melalui binatang contohnya adalah Japanese encephalitis yang menular melalui gigitan nyamuk dan mamalia.


4. Faktor Resiko
Semua orang bisa mengalami radang otak tanpa terkecuali, tapi kondisi ini lebih rentan menjangkit orang dengan beberapa kondisi. Faktor resiko pertama yang bisa meningkatkan potensi peradangan otak adalah usia. Beberapa tipe peradangan otak lebih berat jika diderita oleh lansia dan anak-anak.


Faktor resiko yang lain adalah penurunan kekebalan tubuh, seperti penderita AIDS, penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, atau penderita kencing manis. Selain itu, musim tertentu seperti musim panas di Amerika juga dapat menjadi faktor resiko kondisi ini. Yang terakhir adalah tinggal di daerah penularan virus oleh nyamuk atau kutu tinggi.


Mengingat berbahayanya peradangan otak dan bisa mengenai siapa saja, maka lebih baik untuk mengenali gejala dari kondisi ini. Jika anda merasa ada yang tidak biasa dari gejala yang anda alami, sebaiknya segera melakukan konsultasi kepada dokter untuk mendiagnosis kondisi anda. Penanganan yang lebih cepat akan memiliki potensi lebih besar untuk sembuh.